Saya bukan tipikal orang yang mudah mengumbar apa yang saya pikirkan, saya rasakan, saya alami, dan saya citakan. Saya terbiasa memendam untuk segala hal. Terutama jika sudah terlanjur tersakiti. Seperti sekarang.
Saya memilih diam lebih karena saya lelah menghadapi segala macam perdebatan yang berakhir pada keharusan menatap topeng-topeng penuh kepalsuan. Mungkin karena saya belum siap untuk dibohongi kesekian kali. Saya memilih tak peduli karena saya jengah berurusan dengan segala macam basa-basi.
Dan jika nanti saya memilih pergi tanpa permisi, maafkan. Tak perlu lagi mencari. Tak perlu mengekori. Biarkan saja saya sendiri.
18.23
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar