Rabu, 01 Januari 2014

Tahun Baru yang Tak [Lagi] Baru



Apa yang menarik dari tahun baru kali ini? Entahlah. Semua terlihat sama saja bagi saya, kalau pun ada yang berbeda hanya lah perkara waktu. Namun manusia-manusia di dalamnya dan segala polah dalam menyikapinya, bagi saya sama saja. Tahun ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tidak terikat janji untuk menemani siapa-siapa di malam pergantian tahun. Saya bersyukur karena beberapa tahun belakangan, semenjak menginjak usia 20-an tepatnya, saya tak perlu pusing menentukan kemana, bagaimana, dan dengan siapa menghabiskan akhir tahun. Tak ada kumpul-kumpul dengan teman, tak ada keharusan begadang yang menyisakan pusing di pagi hari, tak ada selebrasi apapun. Saya sudah bertekad membiarkan malam itu berlalu begitu saja.

Sayangnya, rencana tinggal lah rencana. Selepas menjawab beberapa soal ujian take home yang mesti dikumpul Senin depan, saya memutuskan untuk tidur dan menolak halus ajakan ibu yang punya kontrakan untuk melihat kembang api tahun baru. Namun apa dinyana, saya lupa mematikan handphone. Dalam  keadaan setengah sadar, saya menerima pesan singkat dari Mbak Nela, menanyakan keberadaan saya. Awalnya saya diamkan, namun hal itu berbuntut panggilan dan sms [lagi]. Akhirnya, rencana saya untuk tidur di malam pergantian tahun lenyaplah sudah. Malam itu saya habiskan dengan menemaninya melihat kembang api dari atap rumah. Ya, atap rumah. Saya menolak keluar. Memikirkan kemacetan harian di perempatan Mirota Kampus saja sudah membuat saya enggan, apalagi kalau mesti mengalami kemacetan karena perayaan tahun baru. Belum lagi ditambah bonus lainnya, kebisingan terompet yang bersahut-sahutan, keramaian yang tak pernah membuat saya nyaman, dan banyak lagi.


Ngomong-ngomong, bicara tahun baru biasanya tidak terlepas dari resolusi. Semula saya enggan memikirkannya. Saya resah jikalau nanti resolusi hanya sekedar ilusi. Tapi sekalipun begitu, pada akhirnya saya memikirkannya juga. Saya tidak berharap yang muluk-muluk. Saya cuma ingin diwisuda tahun ini. Dan semoga resolusi tak sekedar ilusi. Aamiin.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons