Jika memang takut, apakah itu berarti kita takkan pernah melakukannya? Butet Manurung – Sokola Rimba
Hampir setahun ini, hidup saya
dihiasi ketakutan-ketakutan yang kurang lebih sama: wisuda. Terlebih ketika
penelitian saya tidak kunjung bergerak maju. Ketakutan-ketakutan itu kian
mencekam ketika tenggat waktu yang saya punya tidak lebih dari enam bulan lagi.
Bayangan Ibu, Apa, dan adik-adik hampir selalu menyertai mimpi-mimpi saya.
Malam kemarin saya bahkan memimpikan kakek, figur yang sangat saya hormati.
Alhasil, semalam saya tidak berhasil tidur hingga siang menjelang.
Ketakutan itu menghasilkan
ketakutan yang lain, saya menjadi takut menemui supervisor. Jangankan untuk
menemui, melihat beliau dari kejauhan pun saya sudah pasti mengambil langkah
seribu kaki. Saya takut ditanyai progress. Saya merasa begitu pengecut.
Tapi jauh di lubuk hati saya,
sungguh saya ingin bangkit. Otak waras saya hampir setiap hari meneriaki diri
ini. Mau sampai kapan saya begini. Namun sayangnya saya masih saja betah
memelihara kegilaan. Saya ingin berubah. Saya ingin melawan semua ketakutan
ini. Kira-kira, dimana bibit keberanian bisa didapat?
14.29
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar