Kamis, 27 Juni 2013

Bye 22!

I'm still thinking about how to speak my thoughts here....

Ingatan saya berkunjung ke masa silam. Ijinkan. Setidaknya untuk kali terakhir hingga saya benar-benar melupakan. Dulu, saya selalu memiliki banyak cara untuk meredam kepedihan, menyembunyikan luka, membunuh hal-hal yang menyesakkan. Tapi sepertinya saya mulai bosan, saya kehabisan cara untuk berpura-pura.Saya kehabisan metode untuk merekam semua itu. Ke depan, saya tak lagi ingin bertandang ke masa lalu. Saya tak lagi ingin menjalin hubungan erat dengan masa itu. Cukup sudah di bilangan ke dua puluh dua saya tuntaskan semua kesia-siaan, terlebih tentang kamu, Sang 22!

23 tahun...
Tak terasa, waktu berbilang menggenapkan dirinya. Seumur-umur, saya tak pernah melakukan selebrasi seperti layaknya orang yang berbahagia di hari lahirnya. Tapi untuk kali ini, entah kenapa saya teramat ingin merayakannya, entah untuk apa...  Merayakan hari jadi sekalipun tanpa siapa-siapa, sekalipun jauh dari orang-orang yang saya sayang, jauh dari keluarga, jauh dari yang diistimewakan, jauh dari sahabat-sahabat terbaik... Dan jauh dari "kebahagiaan" yang sesungguhnya. Saya sepenuhnya sadar, ini bukan Payakumbuh, bukan Pekanbaru, bukan Depok, juga bukan Bandung... Saya tak mungkin menjelajah kota ini untuk menemukan mereka, pun juga tak akan mungkin berada di tempat-tempat itu di hari yang sama... Jadi cukup, cukup saya disini saja, mengingat mereka, berdoa agar saya selalu diberi kesempatan dan kekuatan untuk mencintai mereka, memberikan pengabdian dan penerimaan paling tulus yang bisa saya berikan

Saya sepenuhnya sadar, ini bukan Payakumbuh, bukan Pekanbaru, bukan Depok, juga bukan Bandung..., dimana ada orang-orang yang saya sayangi disana. Selebrasi hari ini adalah tentang belajar akan penerimaan. Selebrasi hari ini adalah tentang belajar untuk berdamai...

Hari ini, saya teramat bahagia. Entah untuk apa, barangkali untuk 22 tahun yang menorehkan banyak hal, atau barangkali juga, untuk Sang 22 yang hingga kini tak kuasa saya genggam. Biarlah, cukup saya titipkan semuanya pada Tuhan.

Saya bukannya ingin berhenti berharap, hanya saja..saya mengira harapan yang saya simpan tertuju pada hal yang tak diinginkan Tuhan. Terlepas dari semua hal tentang 22, terlepas dari keharusan meninggalkannya, saya ingin ucapkan "terima kasih :) "

bye!!


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons