Di era digital ini, orang-orang [termasuk saya kadang] sepertinya lebih gampang menuduh sebelum tahu apa-apa. Terbiasa menghakimi tanpa tahu semestinya memakai standar apa untuk menjadi hakim. Terlalu mudah berkomentar dan menjadi "juri" atas segala sesuatunya.
Nah, kenapa saya ngeluarin statement seperti di atas? Gak lain karena kejadian di dunia perkicauan a.k.a Twit*er yang jendelanya langsung saya close baru-baru ini. Bukan karena bete sama twit*ernya, ataupun sama penggunanya. Cuma yaa..saya ngerasa ada banyak aktivitas lain saat ini yang masih butuh energi saya. Wew
Monggo dipikir aja. Masak, gara-gara barusan saya ngetweet sebuah kutipan yang saya suka yang mungkin aura tweet nya rada "galau" menurut persepsi yang baca, terus saya di-mention, dan serta merta menjadi tertuduh. Lagi galau, ya?
Hadooh boo..
19.24
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar