Minggu, 21 April 2013

Bahagia, Gak Mesti Dibikin Ribet

 

Sebutkan beberapa hal yang paling kamu suka. Sederhana. Tapi akan buat kamu bahagia. Ini beberapa yang ada di daftar saya: 

Titik-titik hujan

Gerimis selalu sukses menyentuh hati saya, mengingatkan pada bilur-bilur kenangan, apapun jenisnya.. Dan ia juga sukses membuat saya jadi bahan olok-olokan mereka yang tahu sejatinya saya. Manusia kenangan. Gerimis senantiasa memancing saya untuk menarik jeda. Berhenti dan menikmatinya. Bahkan berlama-lama menanti, berharap titik-titik itu berubah menjadi deras yang basah. Meskipun tak lantas membasahi hati saya yang terlanjur kering. Apapun itu, titik hujan tak pernah basah. Bagi saya. Karena ia menghangatkan.
 
Sepotong langit dari kamar kontrakan

Tak peduli subuh, siang, sore, ataupun malam, menikmati potongan langit hanya dengan berbaring di kamar bisa menjadi obat stress paling ampuh. Apalagi kalau saya menikmati semua itu sendirian. Tak ada keharusan berbagi dengan orang lain. Utuh. Ya, perkara sepotong langit memang membuat saya jadi makhluk paling egois. Hahaha.

Berdiam diri ketika baru bangun, melamun
Saya yakin, kamu juga biasa melakukannya. Ini hal sederhana yang biasanya kita lakukan. Merencanakan hal-hal yang seringkali di luar nalar, berharap itu jadi sebuah hal yang lumrah, namun pada akhirnya harus dengan berat hati mengakui bahwa itu semua memang murni sekedar "lamunan". Tidak lebih.

Menyetel "Lucky" keras-keras di tengah terik matahari
Saya tidak punya konsep yang bagus soal musik. Saya tidak peduli dengan jenis-jenis musik. Saya abai dengan selera musik orang-orang. Dan saya bingung jika untuk mendengarkan musik saja saya mesti melirik kotak-kotak alirannya. Saya tidak mau tahu apapun soal pembagian kelas dan kasta musik. Yang saya tahu, saya menikmati kondisi dimana saya bisa berteriak kencang-kencang menyuarakan lirik "Lucky". Itu saja.

Menghidupkan lampu teras di kala maghrib datang
Saya bahagia melakukannya, karena itu artinya malam menjelang dan saya bisa rehat dari semua aktivitas barang sebentar. Melepas jenuh dalam mimpi-mimpi. Melarikan diri dari tuntutan bernama tesis. Dibuat lupa atas semua permasalahan dengan hadirnya sang pahlawan: rasa kantuk. Hahaha.

Saya [harus] percaya, ditengah-tengah hidup yang sulit, saya masih bisa bahagia. Dan saya mau melakukannya sesering mungkin.

Kalau kamu?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons