Minggu, 03 Februari 2013

Sewindu, Kenangan yang Diingkari



Untuk kamu, dimana pun kamu kini. Sewindu pun tampaknya tak akan memberi arti. Aku saja yang terlalu berlebih menanggapi. Kau tetap diam saja, bukan? Diam dalam ketidakpedulianmu.

Apa kau masih ingat sewindu yang terukir? Tampaknya tidak. Toh, bagimu bukan sesuatu yang pantas dibanggakan. Bagaimana tidak, sewindu perjalanan, cuma dua purnama berurutan yang sempat kita alami.. Selebihnya kabut melingkup dan beku yang menyelimuti. Tak heran kalau masing-masing kita tak ubahnya gunung es. Dingin. Tak pernah lagi peduli atau pun berusaha peduli.

Sewindu. Aku tetap bukan siapa-siapa kamu. Aku tetaplah menjadi kenangan yang teronggok di pembuangan. Tak untuk digenggam, dipeluk penuh bisik mesra.

Sewindu. Aku tetap bukan siapa-siapa kamu. Aku tetaplah menjadi kenangan yang kau ingkari. Yang mengenangnya saja sanggup membuatmu berpaling muka, tak sudi.

Sewindu, dan yang tersisa hanya sendu. Luka itu, jangan pikir waktu menyembuhkan. Tidak. Karena aku masih saja menyobek luka yang hampir mengering itu dengan teratur. Ritmis. Seperti bayangmu yang juga senantiasa bercokol di dalam kepalaku, tak sudikah beranjak agak sebentar saja?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons