Sabtu, 16 Februari 2013

Rel Kereta



Aku dan kamu, yang lagi-lagi tak kan kunjung menjadi kita, hidup bersisian. Bersama. Ya, aku dan kamu. Tapi tak sama, aku dan kamu berbeda. Aku dan kamu tidak hidup di sisi yang sama. Aku di tempatku, kamu di jalurmu, selayaknya rel kereta. Aku dan kamu hanya relasi untuk menuju stasiun berikutnya. Aku dan kamu tak pernah menyatu, tak kan pernah menjadi kita. Sepertinya, kemarin, kali ini, pun selanjutnya.. Baiknya kita lupakan saja. Segala teori yang tak kunjung menemui praktiknya. Buat apa menimbun omong kosong?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons