Minggu, 03 Februari 2013

(Mantan) Teman Baik



Aku dan kamu. Kita.
Pernah menikmati kegilaan bersama, mempertahankan kenakalan masa remaja. Angkuh akan kebisaan kita menertawakan apa saja.

Aku dan kamu.
Masing-masing kita punya nomor kontak meski tak (lagi) saling mengontak. ID nama yang bertebaran di sekian jejaring sosial. Obrolan yang senantiasa terbuka, namun tak pernah ada masing-masing kita yang memulainya. Kita tak (lagi) saling menyapa, meski teman-teman tahu dulunya kita seperti apa.

Aku tidak tahu apakah kamu tahu. Kepedulian tentang kamu sudah ku buang jauh-jauh. Aku dan kamu. Mari, kita salahkan saja waktu dan jarak. Juga kebencian yang sembunyi-sembunyi sudah sejak lama. Mengintai kita dalam pekat. Menjauhkan kita dalam rentang paling maha yang pernah ku rasa.

Aku dan kamu. Keterdiaman kita, satu sama lain, sudah sedemikian lama. Egoku barangkali tak jauh beda denganmu. Tak pernah menginginkan berdamai dengan kenyataan yang mengungkung kita. Berapa kali sudah kita dibenturkan realita-realita, dan masih saja angkuh.

Kepercayaan, kepedulian, rasa memiliki sebagai (setidaknya) teman,sudah lama terkikis habis. Kamu, dengan semua atribut kekamuan-mu, sudah lama ku ikhlaskan pergi bersama kepergian hatiku.

Aku dan kamu, adakah kata 'mantan' untuk teman baik? Bukankah seharusnya kita tetap berteman? Tapi mestikah keharusan itu dipatuhi.

Aku dan kamu. Adakah kata 'mantan' untuk teman baik? Sepertinya lagi-lagi aku mesti membunuh dengan tega. Membunuh kenangan tentang kita. Aku dan kamu. (Mantan) teman baik.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons