Kehidupan lebih tua usianya dari segala benda hidup; seperti keindahan yang sudah ada sebelum benda yang indah lahir di muka bumi, dan seperti kebenaran yang sudah ada sebelum ia diungkapkan.
Kehidupan bernyanyi di kesunyian kita, dan bermimpi dalam keterpurukan kita. Bahkan ketika kita terhempas dan karam, kehidupan tetap tinggi bertahta. Dan ketika kita dengan sedu sedan, kehidupan tersenyum sepanjang hari, dan tetap bebas ketika kita terkunci dalam rantai.
Seringkali kita menjuluki kehidupan dengan nama yang menyakitkan, tapi hanya ketika kita sendiri sedang gelap dan sakit. Dan kita meratapi kekosongan dan kepapaannya, tapi hanya ketika jiwa kita lepas tak tentu rimba, dan hati sedang mabuk oleh tekanan diri.
Kehidupan itu dalam, tinggi dan luas; dan bahkan ujung pandangan matamu hanya bisa menyaksikan telapak kakinya, meskipun dia dekat; dan meskipun hanya napas dari napasmu yang dapat menjangkau hatinya, bayangan dari bayanganmu menerpa wajahnya, dan hanya sayup tangismu yang paling pilu dapat menjadi musim semi dan musim gugur di dadanya.
Kehidupan itu terselubung lagi tersembunyi, seperti jiwamu yang agung juga terselubung dan tersembunyi. Namun jika kehidupan berbicara, segala angin menjadi kata-kata; dan ketika ia bicara lagi, senyum di bibirmu dan eluh di matamu juga akan menjadi kata-kata. Jika ia bernyanyi, segala tuli akan mendengar dan mempercayai; dan ketika ia berjalan, segala buta akan dapat menyaksikannya dan mengikuti - dengan kagum dan keheranan.
~Kahlil Gibran~
16.48
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar