Saya tidak tahu sampai kapan saya sanggup mentolerir perlakuan kamu, berdamai dengan luka yang terlanjur tertoreh, berkali-kali. Saya tidak punya bayangan sedikit pun akan sejauh apa hati ini sanggup menerima. Sama sekali tidak punya.
Saya memang lebih memilih diam, tidak menyuarakan perasaan saya yang sesungguhnya. Saya lebih nyaman memendam, karena saya tahu kamu bukan orang yang tepat untuk diajak berbagi, pun kamu juga bukan orang yang senang berbagi.
Kita, saya dan kamu, mungkin akan seperti-seperti ini saja. Sekalipun saya tahu masing-masing kita tidak menginginkan relasi yang begini. Kita, saya dan kamu. Mungkin akan lebih memilih bertahan dalam kebisuan, menerka-nerka dengan beragam pikiran. Bersangka atas segala kemungkinan.
Kamu.
Kamu tahu saya perlahan membenci kamu dalam kadar yang tak tentu?
Kamu tahu saya perlahan membenci kamu dalam kadar yang tak tentu?
Kamu.
Kamu tahu saya perlahan mengingkinkan kamu enyah dari pandangan mata dan alam pikir saya?
Kamu.
Kamu tahu saya bahagia ber-"teman" dengan kamu, dulu?
07.25
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar