Terkadang kebisaan membuat kita memandang yang lain biasa. Tanpa sadar perlakuan itu dibiasakan, menjadi terbiasa, mengakar jadi kebiasaan. Sayangnya kita telah benar-benar menjadi begitu lengah ketika berulangkali kesadaran menyapa. Kesadaran murka. Berbalik. Dan mulai enggan tuk mengucap sapa.
Memang biasa-biasa saja. Tanpa atribut yang mampu membuat dunia lena.
Memang biasa-biasa saja. Wajar kalau pada akhirnya semua tak kunjung terungkapkan. Karena memang, kepongahan memandangnya biasa-biasa saja. Karena memang kepongahan gagal membaca hal yang biasa-biasa saja.
22.35
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar