aku masih meringkuk di sudut kamar.
mata yang kian awas menyentuh kaca jendela yang kusam, menikmati rinai yang begitu sendu
senja sebentar lagi menjelang, sayang
sudahkah kau dengar bahasa rinduku?
aku tak tahu lagi cara kita bersuara
cara kita mengerat dalam satu-satunya ilusi yang kita punya
yang ku punya sekarang hanya bahasa perasaan
omong kosong jika semua verbalitas itu jumawa meyakinkan mereka lainnya kalau ia sanggup
ia bisa melontarkan ribuan asa dan rasa dari dirinya
bagiku biarlah begini
biarlah diam dalam segala sudut ironi dunia
omong kosong verbalitas yang ada
karena aku mencintaimu tidak dengan kata-kata
ia lebih laksana hujan
anggun menyentuh bumi tanpa mesti meluluhlantakkan
sayang, sambutlah dunia kebebasan
23.14
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar