Aku tak kunjung mampu memahami makna di balik hubungan yang dulunya kita labeli persahabatan.
Apa aku terlalu bersegera menyambut apa yang engkau tawarkan? Semua terasa beku.
Beku yang pada akhirnya kini mematikan rasaku.
Aku tak lagi merasa kita benar-benar bersahabat.
Ah, bukan tak lagi. Aku memang tak kunjung merasa kita benar-benar bersahabat.
Kita tak pernah bersahabat.
Bahkan untuk sekedar berteman pun aku punya sejuta kesangsian.
Hubungan ini hanya sebatas kepentingan kita saja, bukan?
Persahabatan ini hanya antara kepentingan kita saja, bukan?
Aku tak akan menyalahkanmu.
Tak sedang dalam upaya menyudutkanmu.
Tak sedang menghujat perlakuanmu.
Tak pula menuntut apapun darimu.
Karena yang sepenuhnya aku tahu, aku pun juga tak lebih baik untuk benar-benar menjadi sahabatmu.
23.21
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar