Kuliah efektif tinggal seminggu lagi. Tau itu artinya apa? Yup, berarti bentar lagi UAS. Wah, bakalan sibuk belajar donk ya buat persiapan UAS. Belum tentu. Kenapa belum tentu? Ya, karena belum tentu semua yang bakalan UAS bisa belajar, atau malah belum tentu semua yang bakalan UAS mau belajar. Kok bisa? Ya bisa lah...
Kalau saya pribadi sih, dan beberapa teman dekat [banyak]. Persiapan buat UAS itu adalah mengerjakan tugas. Ya, mengerjakan tugas. Lho? Kok? Gimana nggak ngerjain tugas coba, kalau sang tugas itu sudah ibarat kunci pembuka menuju gerbang UAS. Kalau tugas nggak dikerjain, ya jangan terlalu berharap bisa menduduki singgasana panas bangku ujian.Intinya, nggak ada tugas ya nggak ada UAS.
Jadi, agenda full menjelang UAS ya itu tadi, ngerjain tugas. Emang sebegitunya? Mungkin emang terdengar rada lebay sih ya. Tapi pengalaman, satu buah tugas itu rata-rata memakan waktu tiga sampai empat hari. Paling cepat ya dua hari, itu pun kalau waktu yang ada benar-benar dikhususkan buat ngerjain tugas tok. Paling ijin cuma buat sholat sama ke kamar mandi. Bahkan makan pun kadang mesti disambi dan mandi dikasih diskon dari yang dua kali sehari jadi turun harga sekali sehari. Halaaah. Kalau di zaman "paceklik" semacam begini, jangan dibayangkan ada yang bakalan bisa tidur tenang di malam hari. Kalau pun ada yang tidur, paling juga dihantui sang tugas yang belum kunjung selesai. Hahaha. Bahkan bagi yang punya pacar pun, siap-siap aja diomelin saking cuek mampus. Siap-siap juga mengganti aktivitas malam minggu dengan aktivitas yang mengharu-biru bersama sang tugas. Nah, kebayang nggak sih? Mata kuliah kan nggak satu aja kan ya? Kalau dua mata kuliah aja punya tugas pengantar UAS masing-masingnya, estimasi waktu yang dibutuhkan itu ya enam hari. Seminggu minus 24 jam.
Tugas. Tugas. Tugas.
Tugas adalah kunci kesuksesan UAS. Bahkan sekali pun tugas yang dibikin nggak diperhitungkan sama sekali dalam penilaian mata kuliah. Pola pikirnya udah menahun sih. Jadinya ya, waktu persiapan buat UAS diisi sama agenda bikin tugas. Fokusnya otomatis berubah, bukannya belajar buat persiapan UAS malah bersegera menuntaskan tugas. Parahnya lagi, kita udah bela-belain bikin tugas, tapi pemahaman yang kita dapatkan gak kunjung membaik. Apa coba gunanya tugas kalau ternyata kita nggak bisa belajar dan mendapatkan pemahaman dari apa yang ditugaskan? Padahal idealnya makin banyak tugas yang berhasil diselesaikan, pemahaman kita terhadap materi ataupun persoalan yang ada itu bertambah. Tapi nyatanya? Nggak selalu.
Yang super duper parah itu adalah ketika tugas 1, 2, 3 biji yang kita kerjakan itu ternyata nggak bisa mewakili semua permasalahan yang kita udah pelajari, nggak bisa merangkum keseluruhan isi materi yang diajarkan. Pas UAS, boro-boro dapat kasus yang mirip dengan yang pernah ditugaskan, nah kalau yang ada justru jauh panggang dari api? Oh ibuuu...
So?
Silahkan bikin kesimpulan sendiri.
Saya mau undur diri dulu. Si tugas udah lirik-lirik nakal tuh. Hahahaha. Doakan tugas saya selesai dan saya diberi pemahaman yang baik ya :)
~edisi galau pra UAS~
23.23
Unknown

Posted in: 

2 komentar:
hahahah,,,,,,, masa sih tgas hrus bkin galau,,,saya aja malah galau klo g ada tgas,,,,ckckckc
ih.. mentang2 lah yg anak sipil..
kalau emang galau gak ada tugas, hayok sini bantuin anak elektro ngerjain tugas
Posting Komentar