Hai, masa lalu!!!
Kenapa kau begitu serius padaku?
Aku hanya ingin menyapamu...
Tidak ada kah sedikit candamu untukku?
Lama kita tak saling bertukar cerita, bukan? Apa kabarmu? Masih begitu-begitu saja? Apa kau masih saja bernafsu menenggelamkanku dalam ke-AKU-an mu? Seringkali, aku begitu rindu padamu. Kau merasakannya? Kerinduan itu katanya indah. Tapi bagiku kenapa teramat menyakitkan ya? Apa karena yang ku rindukan itu kamu, masa lalu?
Wah.. maaf..
Maafkan aku. Ah, kau selalu saja begitu. Tersenyum lah meski sedikiiiiit saja. Kau selalu menatap ku seperti itu. Tatapan yang menikam. Melihatmu selalu membuatku penasaran. Kau asah dengan apa kah ke-AKU-an mu?
Ayolah..
Apa kau benar-benar tak mau berdamai denganku? Atau kah karena kau takut kehilangan aku?
Lihat aku!! Aku sungguh mencintaimu. Tapi hubungan ini sungguh tak mungkin. Omong kosong kalau kau percaya cinta itu tak punya logika. Cinta tak seabstrak yang kau pikirkan. Percaya lah padaku. Hubungan ini sungguh tak mungkin. Lagi-lagi tak mungkin. Aku adalah hari ini. Dan takdirku sudah ditentukan. Takdirku adalah masa depan. Kau tak boleh melupakan itu. Ingat. Kau tak boleh melupakan itu.
Kau masih tak mau bicara padaku?
Ayolah...
Tak ada ruginya kan kalau kau berdamai denganku?
Tetap tak mau? Ya sudahlah. Aku menemuimu kali ini hanya untuk menyapa. Sedikit berbagi cerita juga tentunya.
Masa lalu, mungkin ini kali terakhir aku menyapamu. Aku ingin pamit. Doakan aku. Doakan aku. Doakan aku. Aku butuh kerelaanmu untuk kebersamaanku dengan masa depan. Maafkan aku.
16.09
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar