Jika selama ini aku lebih memilih membisu, bukan berarti aku tak cukup mampu bersuara. Hanya lebih karena tak mau. Karena yang mungkin tak kunjung kau tahu, semua berubah jika rasa memilih ikut serta.
Aku muak. Marah. Tapi kau tak kunjung membaca diamku.
Aku sesak. Jengah. Namun kau bertahan dalam ketidaktahuanmu, atau... ke[tidak-mau-tahu]anmu?
Aku pun tak cukup pasti. Aku pun gagal memahami. Tak mampu memaknai. Entah aku yang terlanjur perasa, entah engkau yang tak mampu merasa.
Matikan saja.
18.52
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar